Makalah SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM INDONESIA

Diposting oleh BENDOREJO BLOGGER pada 04:41, 12-Mei-13

AWAL PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA

MAKALAH

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah

“SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM INDONESIA”

Diampu oleh :

Drs.H.SISWADI,M.Pd

 

 

 

 

 

 

 


Di susun oleh:

1.      AHMAD KHOIRU RIZAL (3211113034)

2.      AINATUL FALASTIN       (3211113035)

3.      AL AMIN WIJAYANTI     (3211113036)

4.      AMINATUS SHOLIKAH   (3211113037)

JURUSAN : TARBIYAH

PRODI : PAI_ 3B

 

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) TULUNGAGUNG

KATA PENGANTAR

 

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah swt,serta berkah pertolongan dan hidayahNYA,kami dapat menyusun makalh yang berjudul “Awal pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam di Indonesia” sesuai kemampuan dan rencana kami.

Solawat serta salam tetap kita panjatkan kepada nabi Muhammad SAW, mudah-mudahan kita mendapatkan syafaatnya diyaumul kiyamah.

Tidak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada:

  1. DR.MAFTUHIN,M.Ag. NIP: 196707172000031002 selaku ketua STAIN Tulungagung yang telah memberikan izin kepada kami untuk membuat makalah yang berjudul  Awal pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam di Indonesia.
  2. Drs.H.Siswandi,M.Pd  selaku dosen pengampu yang telah membimbing dan memberi kesempatan dalam membuat makalah yang berjudul  Awal pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam di Indonesia.
  3. Atmisi yang telah membantu kami dalam membuat makalah yang berjudul  Awal pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam di Indonesia.

Mudah-mudahan makalah ini dapat memberikan manfaat kepada penyusun terutama kepada seluruh pembaca.

Akhir kata dengan mengucapkan Alhamdulillah penyusun mengharapkan kritik dan saran pada seluruh pembaca demi kesempurnaan makalh ini.

 

 

 

                                                         Tulungagaung, 26 September2012

                                                          Penyusun

 

 

DAFTAR ISI

                                                                                                        

Halaman sampul

Kata pengantar

Daftar isi

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar belakang masalah
  2. Rumusan masalah
  3. Tujuan pembahasan masalah
  4. Batasan masalah

 

BAB II PEMBAHASAN

A.    Pendidikan pada Zaman masuk islam di Indonesia (sebelum kedatangan bangsa barat)

B.     Pendidikan pada Zaman kedatangan bangsa Eropa barat (Portugis dan Spanyol)

C.     Pendidikan pada Zaman penjajahan Belanda di Indonesia

D.    Pendidikan pada Zaman penjajahan Jepang di indonesia

 

BAB III PENUTUP

  1. Kesimpulan
  2. Saran
  3. Harapan

 

DAFTAR RUJUKAN

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang

Meneliti sejarah bangsa Indonesia tidak akan lepas dari umat islam, baik dari perjuangan melawan penjajah maupun dalam lapangana pendidikan. Melihat kenyataan betapa bangsa Indonesia yang mayoritas beragama Islam mencapai keberhasilan dengan berjuang secara tulus ikhlas mengabdikan diri untuk kepentingan agamanya disamping mengadakan perlawanan militer.

          Perlu diketahui bahwa sejarah pendidikan islam di Indonesia mencakup fakta-fakta atau kejadian –kejadian yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam di Indonesia, baik formal maupun non formal. Yang dikaji melalui pendekatan metode. Oleh sebab itu pada setiap disiplin ilmu jelas membutuhkan pendekatan metode yang bisa memberikan motivasi dan mengaktualisasikan serta memfungsikan semua kemampuan kejiwaan yang material, naluriah, dengan ditunjang kemampuan jasmaniah, sehingga benar-benar akan mendapatkan apa yang telah diharapkan.

2.      Rumusan masalah

a.         Bagaimana pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam pada Zaman masuk Islam di Indonesia (sebelum kedatangan bangsa barat)?

b.         Bagaimana pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam pada Zaman kedatangan bangsa Eropa barat (portugis dan sepanyol)?

c.         Bagaimana pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam pada Zaman penjajahan Belanda di Indonesia?

d.        Bagaimanapertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam pada Zaman penjajahan Jepang di Indonesia?

 

3.      Tujuan masalah

a.         Untuk mengetahui perkembangan dan pertumbuhan pendidikan islam pada zaman masuk Islam di Indonesia

b.         Untuk mengatahui perkembangan dan pertumbuhan pendidikan islam pada zaman kedatangan bangsa Eropa barat

c.         Untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam pada zaman penjajahan Belanda di Indonesia

d.         Untuk mengetahui perkembangan dan pertumbuhan pendidikan islam pada zaman penjajahan Jepang di Indonesia

4.      Batasan masalah

Dalam makalah ini penyusun hanya membahas tentangpertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam pada zaman sebelum kedatangan bangsa barat portugis,spanyol,belanda dan jepang

BAB II

                                                         PEMBAHASAN

A.           Zaman Masuk Islam di Indonesia (Sebelum Kedatangan Bangsa Barat)

Menurut beberapa sejarawan, agama Islam baru masuk ke Indonesia pada abad ke-13 Masehi yang dibawa oleh para pedagang muslim. Meskipun begitu, belum diketahui secara pasti sejak kapan Islam masuk ke Indonesia karena para ahli masih berbeda pendapat mengenai hal tersebut. Setidaknya ada tiga teori yang mencoba menjelaskan tentang proses masuknya Islam ke Indonesia yaitu teori Mekkah, teori Gujarat, dan teori Persia.

  1. Teori Gujarat, Teori yang dipelopori oleh Snouck Hurgronje ini menyatakan bahwa agama Islam baru masuk ke Nusantara pada abad ke-13 Masehi yang dibawa oleh para pedagang dari Kambay (Gujarat), India.
  2. Teori Persia, Teori ini dipelopori oleh P.A Husein Hidayat. Teori Persia ini menyatakan bahwa agama Islam dibawa oleh para pedagang dari Persia (sekarang Iran) karena adanya beberapa kesamaan antara kebudayaan masyarakat Islam Indonesia dengan Persia.
  3. Teori Mekkah, Teori ini adalah teori baru yang muncul untuk menyanggah bahwa Islam baru sampai di Indonesia pada abad ke-13 dan dibawa oleh orang Gujarat. Teori ini mengatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia langsung dari Mekkah (arab) sebagai pusat agama Islam sejak abad ke-7. Teori ini didasari oleh sebuah berita dari Cina yang menyatakan bahwa pada abad ke-7 sudah terdapat sebuah perkampungan muslim di pantai barat Sumatera.[1]

Sebuah batu nisan berhuruf Arab milik seorang wanita muslim bernama Fatimah Binti Maemun yang ditemukan di Sumatera Utara dan diperkirakan berasal dari abad ke-11 juga menjadi bukti bahwa agama Islam sudah masuk ke Indonesia jauh sebelum abad ke-13. Proses masuknya islam ke Indonesia dilakukan secara damai dengan cara menyesuaikan diri dengan adat istiadat penduduk lokal yang telah lebih dulu ada. Ajaran-ajaran Islam yang mengajarkan persamaan derajat, tidak membeda-bedakan si miskin dan si kaya, si kuat dan si lemah, rakyat kecil dan penguasa, tidak adanya sistem kasta dan menganggap semua orang sama kedudukannya dihadapan Allah telah membuat agama Islam perlahan-lahan mulai memeluk agama Islam.

Proses masuknya Islam ke Indonesia dilakukan secara damai dan dilakukan dengan cara- cara sebagai berikut.

  1. Melalui Cara Perdagangan

2.      Melalui Perkawinan

  1. Melalui Pendidikan
  2. Melalui Kesenian

         Hal yang paling menarik dari perkembangan Islam di Indonesia ialah perkembangan Islam di pulau Jawa, Islam memasuki daerah yang sudah sangat kuat dipengaruhi oleh budaya Hindu, Islam di Jawa pada awal masa pertumbuhannya sangat diwarnai oleh kebudayaan Jawa. Hal ini disebabkan unsur-unsur para bangsawan Jawa melestarikan tradisi Jawa-Hindu dan juga karena para wali sebagai angkatan pertama mubaligh Islam, didik dalam lingkungan Jawa.

   Menurut Babad Tanah Jawi penyebaran agama Islam di pulau Jawa dilakukan oleh Walisongo. Para Walisongo bukan saja sebagai pembuka kurun waktu baru dalam Islam di Jawa yang mengakhiri zaman Jawa-Hindu, tapi juga menguasai zaman berikutnya yakni zaman para wali menurut paradigma mereka.[2]

B.            Pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam pada Zaman kedatangan bangsa Eropa Barat (Portugis dan Spanyol).

1.      SEBELUM KEDATANGAN BANGSA EROPA

Sejarah pendidikan islam di Indonesia pada mulanya didasarkan pada system kedaerahan dan tentu saja tidak terkoordinatir dan terpusat seperti sekarang ini. Kondisi yang demikian sudah terjadi sebelum orang-orang barat datang pertama kali dan menjamah bumi Nusantara ini. Bahkan agama islam pernah menjadi agama resmi pada masa kerajaan Pasai di Aceh abad ke-13 an kerajaan Demak di Jawa Tengah akhir abad ke-15M. Penyebaran islam pada waktu itu dilakukaj secara sembunyi-sembunyi dari rumah ke rumah  agar tidak dicurigai oleh penguasa dan diikuti oleh masyarakat pada umumnya.Sesuai dengan prinsip ajaran islam   bahwa tidak ada paksaan untuk memeluk agama,orang-orang yang ada dipedalamn masih memegang agama dan adatnya yang lama.

Begitulah gambaran keadaan kegiatan penyiaran sekaligus pelaksanaanpendidikan islam yang berjalan secara sangat sederhana dan tidak menemui kendala yang cukup berarti sampai datangnya imperialis Eropa Barat,dimana misi kedatangannya tidak hanya dalam rangka berdagang plus menguasai daerah yang ia datangi.[3]

2.      DATANGNYA ORANG-ORANG BARAT/EROPA        

Usaha penaklukan yang dilakukan oleh bangsa Eropa atas dunia timur dimulai dengan jalan perdagangan yang kemudian dilanjutkan  dengan menggunakan kekuatan militer. Dunia timur pada waktu itu terutama kepulauan Nusantara dikenal barat (spanyol,portugis,belanda kemudian inggris) karena sebagai penghasil rempah-rempah yang utntuk bangsa eropa merupakan komoditi yang sangat langka dan mahal harganya.

Penutupan daerah tersebut tampaknya mempunyai kaitan dengan perang salib yang telah lama berlangsung antara lascar islam melawan tentara eropa yang dikenal dengan nama seratus tahun.Adanya penutupan lalulintas dagang yang dilakukan Bani Saljuk tersebut telah menyebabkan barang-barang dagangannya tidak dapat lagi diterima oleh para pedangan yang menunggu di Laut Tengah.

Sebagai rentetan dari berbagai peristiwa kedatangan orang-orang barat ke timur pada tahun 1556 Belanda merapatkan kepalanya dipelen tidak disenangi dan banyak ditolak di berbagai pelabuhan lain (karena siat dan pembawaanya kasar)bahkan ia kemudian ditangkap dan akhirnya dibunuh di Aceh,namun keberhasilan tersebut diringati dengan dengan pesta ria di negeri Belanda karena telah menamukan jalan ke Indonesia.

Adapun pendidikan agama yang diberikan pada waktu itu dengan maksud dan tujuan sebagai beriukt:

 

a.       Untuk mengajak manusia berbuat baik .

b.      Untuk menjaga tradisi.

Cara  penyebar agama islam pada masa itu menggunakan  berbagai cara yang ditempuh diantaranya yaitu:

a.       Ceramah atau nasihat langung.

b.      Teladan yang baik.

c.       Media kesenian dan permainan[4]

C.           Pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam pada masa penjajahan Belanda

Pada masa VOC, yang merupakan sebuah kongsi (perusahaan) dagang, kondisi pendidikan di Indonesia dapat dikatakan tidak lepas dari maksud dan kepentingan komersial. Berbeda dengan kondisi di negeri Belanda sendiri dimana lembaga pendidikan dikelola secara bebas oleh organisasi-organisasi keagamaan, maka selama abad ke-17 hingga 18 M, bidang pendidikan di Indonesia harus berada dalam pengawasan dan kontrol ketat VOC. Jadi, sekalipun penyelenggaraan pendidikan tetap dilakukan oleh kalangan agama (gereja), tetapi mereka adalah berstatus sebagai pegawai VOC yang memperoleh tanda kepangkatan dan gaji. Dari sini dapat dipahami, bahwa pendidikan yang ada ketika itu bercorak keagamaan (Kristen Protestan). Secara umum sistem pendidikan pada masa VOC dapat digambarkan sebagai berikut:

1. Pendidikan Dasar

2. Sekolah Latin

3. Seminarium Theologicum (Sekolah Seminari)

4. Academie der Marine (Akademi Pelayanan)

5. Sekolah Cina

6. Pendidikan Islam

Pendidikan untuk komunitas muslim relatif telah mapan melalui lembaga-lembaga yang secara tradisional telah berkembang dan mengakar sejak proses awal masuknya Islam ke Indonesia. VOC tidak ikut campur mengurusi atau mengaturnya. Pada akhir abad ke-18, setelah VOC mengalami kebangkrutan, kekuasaan Hindia Belanda akhirnya diserahkan kepada pemerintah kerajaan Belanda langsung. Pada masa ini, pendidikan mulai memperoleh perhatian relatif maju dari sebelumnya. Beberapa prinsip yang oleh pemerintah Belanda diambil sebagai dasar kebijakannya di bidang pendidikan antara lain:

  1. Menjaga jarak atau tidak memihak salah satu agama tertentu.
  2. Memperhatikan keselarasan dengan lingkungan sehingga anak didik kelak mampu mandiri atau mencari penghidupan guna mendukung kepentingan kolonial.
  3. Sistem pendidikan diatur menurut pembedaan lapisan sosial, khususnya yang ada di Jawa..
  4.  Pendidikan diukur dan diarahkan untuk melahirkan kelas elit masyarakat yang dapat dimanfaatkan sebagai pendukung supremasi politik dan ekonomi pemerintah kolonial.


          Maka pada tahun 1901 muncullah apa yang disebut dengan politik ETIS yakni politik balas budi bangsa Belanda kepada Indonesia. Pencetus politik ini adalah Van Deventer, yang kemudian politik ini dikenal juga dengan Trilogi Van Deventer. Secara umum isi dari politik ETIS ini ada tiga macam yaitu, Education (pendidikan), Imigrasi (perpindahan penduduk) dan Irigasi (pengairan). Yang akan dikupas adalah mengenai education atau pendidikan
. Secara umum, sistem pendidikan di Indonesia pada masa penjajahan Belanda sejak diterapkannya Politik Etis dapat digambarkan sebagai berikut:

  1. Pendidikan dasar meliputi jenis sekolah dengan pengantar Bahasa Belanda (ELS, HCS, HIS), sekolah dengan pengantar bahasa daerah (IS, VS, VgS), dan sekolah peralihan.
  2. Pendidikan lanjutan yang meliputi pendidikan umum (MULO, HBS, AMS) dan pendidikan kejuruan.

3.    Pendidikan tinggi.
         Dapat diambil kesimpulan bahwa pendidikan islam pada zaman kolonial belanda
 tidak mendapat rintangan. Hal ini ditandai dengan bermunculanya lembaga-lembaga pendidikan yang semuanya berjalan dengan lancar walaupun terlihat abiturienya tidak bisa diterima oleh mereka dan yakin kalau kesadaran dari pihak islam telah timbul untuk tidak bekerja pada belanda yang telah menjadi perintang kemajuan bangsa. Kenyataan seperti ini sayang msih berlaku sampai sekarang sehingga orang-orang islam kurang berperan dalam pemerintahan. Hal ini tentu penyebabnya adalah melemahnya kekuatan politik islam walaupun islam di indonesia mencapai jumlah yang sangat banyak.[5]
D.      Pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam pada masa penjajahan Jepang

Jepang muncul sebagai Negara kuat di Asia. Bangsa jepang bercita-cita menjadi pemimpin Asia Timur Raya, dan hal ini sudah di rencanakan jepang sejak tahun 1940 untuk mendirikan kemakmuran Bern bernama Asia Raya. Menurut rencana tersebut, jepang ingin menjadi pusat suatu lingkungan yang berpengaruh atas daerah-daerah bernama Mansyuria, daratan Cina, kepulauan Filipina, Indonesia, Malaisia, Thailand, Indo-CinadanRusia.

1.    Tujuan persekolahan secara umum.

Pendidikan pada jaman Jepangdisebut “Hakko Iehiu”, yakni mengajak bangsa Indonesia bekerjasama dalam rangka mencapai kemakmuran bersama Asia raya. Oleh karenaitu,setiap hari pelajarAN terutama pada pagi hari harus mengucapkan sumpah setia kepada Kaisar Jepang, lalu dilatih kemiliteran.

            Sekolah-sekolah yang ada pada jaman Belanda diganti dengan system Jepang. Segala upaya ditujukan untuk kepentingan perang. Murid-murid hanya mendapat pengetahuan sedikit sekali. Hampir sepanjang hari, mereka mengikuti kegiatan latihan perang atau bekerja.

            Kegiatan-kegiatan sekolah antara lain:                                                                      

1)      Mengumpulkan batu, pasir untuk kepentingan perang.

2)      Membersihkan bengkel-bengkel, sarana-sarana militer.

3)      Menanam ubi-ubian, sayur-sayuran di pekarangan sekolah untuk persediaan makanan.

4)      Menanam pohon jarak untuk bahan pelumas.

Kendati demikian, ada berapa hal yang perlu dicatat pada zaman jepang ini, yaitu terjadinya perubahan yang cukup mendasar di bidang pendidikan, dan hal ini penting sekali artinya bagi bangsa Indonesia, diantarannya ialah:

a.  Dihapuskannya dua lism pengajaran: berbagai macam jenis rendah, yang dahulunya diselenggarakan zaman Belanda, di hapuskan samasekali. Habislah riwayat susunan Belanda yang Dualistis itu, yang membedakan dua jenis pengajaran, yakni pengajaran barat dan pengajaran bumi putra.

b.  Pemakaian bahasa Indonesia: pemakaian bahasa Indonesia baik sebagai bahasa resmi maupun sebagai bahasa pengantar pada tiap-tiap jenis sekolah, telah dilaksanakan.

2.   Sikap jepang terhadap pendidikan islam                                                            

Sikap penjajah jepag terhadap pendidikan Islam ternyata lebih lunak sehingga ruang gerak pendidikan Islam lebih bebas ketimbang pad zaman pemerentahan colonial belanda. Terlebih-lebih pada tahap permulaan, pemerintah jepang menampakkan diri seakan-akan membelaka kepentingan islam. Untuk mendekati umat islam, mereka menempuh beberapa

PEMBAHASAN MAKALAH MUKJIZAT AL-QUR'AN

Diposting oleh BENDOREJO BLOGGER pada 03:21, 19-Apr-12

ThumbnailPEMBAHASAN   2.1.Pengertian Mukjizat Pengertian mukjizat diambil dari bahasa Arab a’jaza-i’jaz yang berarti melemahkan atau menjadikan tidak mampu. Dari segi bahasa, kata i’jaz berasal dari kata a’jaza, yu’jizu, i’jaz yang berarti melemahkan atau memperlemah. Juga dapat berarti menetapkan kelemahan. Secara normatif, I’jaz adalah ketidakmampuan seseorang melakukan sesuatu yang merupakan lawan dari ketidakberdayaan. Sedangkan yang dimaksud dengan i’jaz secara terminologi ilmu al-Qur’an adalah sebagaimana yang dikemukakan... [Baca selengkapnya]

BAB MENANGISI MAYAT

Diposting oleh BENDOREJO BLOGGER pada 14:58, 03-Mar-12

Hukumnya boleh menangisi mayit dg catatan tiada suara, dan tiada mengungkap kebaikan/jasa2nya (tdk brbuat nihayah yaitu misalnya berkata:ya Fulan… sdh kau tiada maka aku harus berlindung kpda siapa,sungguh aku sangat menyesal dengan kmatianmu dsb…) Dari Ibnu Umar,bhwasanya Rasul bersama para sahabat,menengok Sa'ad bin Ubadah,lalu beliau saw menangs dan beliau itu diikuti olh para sahabat (msyrakat wktu itu),kemudian beliau saw brsabda: Apakah... [Baca selengkapnya]

ISBAL

Diposting oleh BENDOREJO BLOGGER pada 09:43, 03-Mar-12

《《ISBAL》》 Suatu riwayat dari Abu Dzar, Nabi bersabda:"Ada 3 orang,kelak di hari khiamat Allah tiada mengajak berbicara dengannya,tiada mengasihi,tiada membersihkan dosanya,bahkan yg mereka terima hanyalah adzab yg pedih,(diulang 3x).Lalu Abu Dzar bertanya:"Mereka benar benar menyesal dan merugi,siapakah mereka itu ya Rosul?" Jawabnya:"Itulah orang-orang yg mengulurkan pakaiannya hingga di bawah mata kaki,dan orang-orang yg mengungkap pemberian dan orang-orang yg jual beli barang... [Baca selengkapnya]

SYAFI'I (ABU ABDULLAH MUHAMMAD bin IDRIS ASY-SYAFI'I, lahir di GAZZA 150H)

Diposting oleh BENDOREJO BLOGGER pada 02:45, 03-Mar-12

Pada usia 9thn hafal Al-Qur'an dan sejumlah hadist Nabi,termasuk juga mmpelajari ilmu fiqh dan bahasa Arab dg baik.Selain belajar di Mekah,dia jg belajar pengetahuan hukum Islam pada Imam Malik,lalu ke Yaman,Mesir dan Irak.Kaidah fiqhnya disesuaikan dg Qur'an dan Hadist Nabi.Kitab-kitabnya yang terkenal adalah Ar-Risalah dan Al-Umm.Kata-kata Syafi'i terutama bagi ulama yang bermazhab Syafi'i adalah:"Apabila hadist itu sah, itulah madzabku,dan buanglah... [Baca selengkapnya]

RAYUAN GOMBAL

Diposting oleh BENDOREJO BLOGGER pada 22:59, 20-Jan-12

+ Kamu tau apa yang sedang aku pikirkan saat ini? - Tidak. Apa? + Kamu. + Kamu pasti pengrajin sendok. - Emang kenapa? + Karena kamu selalu mengaduk-aduk perasaanku. Kalau rumahmu kebakaran, telpon pemadam kebakaran. Kalau kamu kecurian, telponlah polisi. Tapi kalau kamu kesepian, telponlah saya. + Sakit nggak waktu kamu jatuh? - Jatuh? kapan? + Waktu kamu jatuh dari langit ke dalam hatiku. + Aku didiagnosa sakit jantung. - Hah! Kok bisa? + Iya. Jantungku selalu... [Baca selengkapnya]